jam digital

jam manual

Kamis, 19 April 2012

bayi tabung

 

Bayi tabung
1.    Pengertian Bayi tabung

Bayi tabung adalah bayi hasil konsepsinya (yi dari pertemuan antara sel telur dan sperma) yang dilakukan dalam sebuah tabung yang dipersiapkan sedemikian rupa di laboratorium.
Didalam laboratorium tabung tsb dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai  dengan tempat pembuahannya yang asli yaitu rahim ibu atau wanita...ya nggak..?
Dibuat sedemikian rupa sehingga temperatur dan situasinya persis sama dengan aslinya.

Prosenya mula-mula dengan suatu alat khusus semacam alat untuk laparoskopi dilakukan pengambilan sel telur dari wanita yang baru saja mengalami ovulasi.
Kemudian sel telur yang diambil tadi  dibuahi dengan sperma yang sudah dipersiapkan dalam tabung yang suasananya dibuat persis seperti dalam rahim.

Setelah pembuahan hasil konsepsi tersebut dipelihara beberapa saat dalam tabung tadi sampai pada suatu saat tertentu akan dicangkokan ke dalam rahim wanita tsb.
Selanjutnya diharapkan embrio itu akan tumbuh sebagaimana layaknya di dalam rahim wanita..
Sudah tentu wanita tersebut akan mengalami kehamilan ,perkembangan selama kehamilan seperti  biasa. (sumber: http://nusaindah.tripod.com/tahukahbayitabung.htm)

Program bayi tabung adalah suatu teknik reproduksi berbantu atau teknik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dengan sperma di luar tubuh manusia (in vitro fertilization/IVF).

2.    Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memutuskan bayi tabung:
Namun bagi Anda yang telah memutuskan proses bayi tabung sebagai alternatif solusi untuk mendapatkan keturunan, ada baiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut ini:
(1) Memiliki keyakinan yang kuat agar proses pembuatan bayi tabung bisa berhasil;
(2) Menjaga kesehatan tubuh secara optimal sebelum penyuntikan sperma dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hormon tubuh agar sesuai yang diharapkan dan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu;
(3) Persiapan menghadapi proses pengeluaran sel telur dari rahim serta proses seleksi untuk mendapatkan sel telur yang terbaik;
(4) Persiapan menjalani proses injeksi sel telur ke dalam rahim setelah sel telur tersebut dibuahi secara In Vitro Fertilization (IVF);
(5) Setelah proses injeksi selesai dilakukan, pihak isteri harus kembali bersiap mendapatkan suntikan hormon untuk penguatan sel telur selama 17 hari. Baru setelah itu bisa dideteksi apakah kehamilan bisa terjadi ataukah sebaliknya.
3.    proses pembuatan bayi tabung berlangsung dalam tiga tahap.
Tahap pertama, tahap Persiapan Petik Ovum (Per-Uvu) yang meliputi fase down regulation dan terapi stimulasi. Fase down regulation merupakan suatu proses untuk menciptakan suatu keadaan seperti menopouse agar indung telur siap menerima terapi stimulasi. Tahapan ini berlangsung antara dua minggu hingga satu bulan. Setelah fase down regulation selesai lalu dilanjutkan dengan terapi stimulasi. Tujuan dari terapi ini untuk merangsang pertumbuhan folikel pada indung telur. Dengan demikian jumlahnya semakin banyak sehingga pada akhirnya bisa didapatkan sel telur yang telah matang ketika tiba pada operasi petik ovum.
Tahap kedua, tahap operasi petik ovum/Ovum Pick-Up (OPU). Tahap ini bisa dilakukan ketika sudah terdapat tiga folikel atau lebih yang berdiameter 18 mm pada pagi hari dan pertumbuhan folikelnya seragam. Selain itu kadar E2 juga harus mencapai 200pg/ml/folikel matang.
Tahap ketiga, tahap post OPU. Tahap ini meliputi dua fase, yaitu transfer embrio dan terapi obat penunjang kehamilan. Fase transfer embrio merupakan proses memasukkan dua atau maksimum tiga embrio yang sudah terseleksi ke dalam rahim. Setelah proses ini selesai lalu dilanjutkan dengan terapi obat penunjang kehamilan. Tujuan dari terapi tersebut untuk mempersiapkan rahim agar bisa menerima implantasi embrio sehingga embrio bisa berkembang normal.
Proses bayi tabung memang tidak bisa dilakukan secara instan. Oleh karena itu bagi pasutri yang telah memilih cara bayi tabung untuk mendapatkan keturunan, sejak awal memang dituntut mempersiapkan diri dengan baik agar mampu menjalani seluruh prosedur yang telah ditetapkan sehingga bisa mendapatkan hasil yang optimal. (sumber: http://www.bayitabung.net/74/mengenal-proses-terjadinya-bayi-tabung/)
4.    Faktor resiko bayi tabung:
faktor risiko yang mungkin terjadi pada pasangan suami istri yang mengikuti program bayi tabung. Setidaknya, ada 5 (lima) hal yang harus dipersiapkan pasangan suami istri yang sudah menetapkan program bayi tabung sebagai pilihan utama.
Pertama, terjadinya stimulasi indung telur yang berlebihan memungkinkan terjadinya penumpukan cairan di rongga perut dan memberikan beberapa keluhan, seperti rasa kembung, mual, muntah, dan hilangnya selera makan.
"Dengan pemantauan secara rutin selama masa stimulasi keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi. Atau jika pun terjadi dengan pengelolaan yang tepat keadaan tersebut umumnya dapat diatasi," jelasnya.
Kedua, saat pengambilan sel telur dengan jarum menimbulkan risiko terjadinya perdarahan, infeksi, dan kemungkinan jarum mengenai kandung kemih, usus, dan pembuluh darah. Dengan persiapan yang baik dan panduan teknologi ultrasonografi, keadaan tersebut umumnya dapat dihindari.
Ketiga, risiko kehamilan kembar lebih dari 2 (dua) akan meningkat dengan banyaknya embrio yang dipindahkan ke dalam rahim.  Hal ini akan memberikan risiko akan persalinan prematur yang memerlukan perawatan lama. Dengan mempertimbangkan usia istri dan pembatasan jumlah embrio yang akan dipindahkan ke dalam rahim dapat mengurangi risiko tersebut.
Keempat, risiko akan keguguran dan kehamilan di luar kandungan. Melalui pemberian hormon dan pemindahan embrio dengan panduan ultrasonografi, keadaan tersebut diharapkan tidak terjadi.
Kelima, risiko lain yang timbul dapat berupa biaya yang dikeluarkan, kelelahan fisik, dan stres emosional dalam menyikapi antara harapan dan kenyataan yang terjadi selama mengikuti bayi tabung. (sumber:  JAKARTA, KOMPAS.com)
5.    Proses Ibu dalam program Bayi Tabung
tahap-tahap proses bayi tabung di salah satu rumah sakit di Singapore.
  1. Persiapan mental diwajibkan bagi pasangan lewat konseling yang diberikan oleh pekerja sosial yang disediakan oleh rumah sakit. Intinya kita disuruh bersiap untuk menghadapi keadaan kalau proses bayi tabung berhasil maupun tidak berhasil.
  2. Perkembangan hormon yang terkontrol dimulai sesaat setelah mendapatkan mens, tepatnya pada hari ke dua lewat suntikan yang diberikan setiap hari selama kurang lebih tiga minggu… ya betul 3 minggu! sampai mencapai ukuran telur yang diharapkan.
  3. Tahap pematangan telur melalui injeksi obat hormon satu hari sebelum sel telur yang matang dikeluarkan.
  4. Pengeluaran telur melalui proses operasi kecil, telur diambil sebanyak-banyaknya.
  5. Tahapan proses pembuahan sel telur dengan sperma menjadi embrio, dilakukan oleh embriologist di rumah sakit.
  6. Setelah dua hari pembuahan, embrio yang terbaik dipilih dan dimasukkan kedalam rahim. Kali ini prosesnya mudah, hanya memerlukan wantu sekitar 10 menit.
  7. Agar emrio dalam rahim dapat bertahan & berkembang dengan baik maka saya harus mengalami suntikan hormon setiap hari selama 17 hari. Setelah itu barulah didapatkan kepastian hamil atau tidak. (sumber: http://bayi-tabung.com/proses/)
Keuntungan dan kelemahan program bayi Tabung
Fertilisasi in vitro, atau IVF karena sering disebut, dan lain teknologi reproduksi yang dibantu memiliki kelebihan dan kekurangan dari pasien yang mempertimbangkan perawatan ini harus menyadari mereka. Prosedur bekerja dengan mengumpulkan sperma dan telur dari beberapa, atau menggunakan telur donor dan/atau sperma, dan kemudian menggabungkan sperma dan telur di laboratorium untuk menciptakan embrio. Pilih embrio kemudian ditransfer ke rahim di mana mereka dapat menanamkan di dinding rahim dan mengembangkan.
Untuk memulai, keuntungan yang ditawarkan oleh IVF bisa luar biasa. Pasangan infertil yang sedang berjuang untuk hamil atau yang frustrasi oleh fakta bahwa mereka tidak mampu untuk menyusun alami untuk alasan apa pun mungkin mengalami stres, kecemasan atau depresi. IVF menawarkan mereka rute untuk mencapai tujuan mereka, yang telah dilakukan untuk pasangan di seluruh dunia. Sperma intracytoplasmic injeksi, konseling genetik dan dibantu menetas dapat membantu untuk meningkatkan peluang keberhasilan. Beberapa bahkan memilih untuk membekukan embrio untuk digunakan di masa depan siklus. Prosedur ini juga membawa tingkat keberhasilan yang lebih tinggi daripada prosedur lainnya seperti inseminasi intra-Uterin (inseminasi buatan), meskipun keadaan sekitar setiap kasus sering berbeda jadi pasien harus berkonsultasi dengan spesialis kesuburan untuk menentukan perawatan yang tepat untuk mereka.
Kelemahan terbesar dari IVF adalah bahwa itu tidak dijamin. Peluang keberhasilan sangat bervariasi tergantung pada berbagai faktor termasuk usia wanita. Wanita yang berusia lebih dari usia 35 mungkin tidak memiliki peluang sama sukses sebagai wanita yang berada di bawah usia 35. Biaya prosedur adalah kelemahan lain dari IVF. Hanya satu siklus prosedur ini mungkin lebih besar dari $10.000. Harga tertinggi prosedur mungkin mulai menjumlahkan jika lebih dari satu sesi diperlukan untuk mencapai kehamilan. Pembekuan embrio dapat membantu untuk mengurangi biaya siklus masa depan, tetapi harga sering masih sangat tinggi.
Ada juga risiko kehamilan jamak dengan IVF. Karena keberhasilan tidak dijamin, lebih dari satu embrio sering ditransfer ke rahim untuk implantasi dengan harapan bahwa satu dari embrio akan berhasil implan di dinding rahim dan mengembangkan. Dalam beberapa kasus, lebih dari satu embrio mungkin implan dan kehamilan jamak mungkin hadir. Juga, risiko kehamilan ektopik (kehamilan terjadi di luar dari rahim) atau heterotrof kehamilan (kehamilan kembar dalam kehamilan satu yang terjadi di rahim dan yang lain di luar rahim) mungkin lebih tinggi dengan IVF dari jika kehamilan dicapai secara alami.            

kunjungi : http://www.4shared.com/file/8sGt0-5y/Bayi_tabung.html

Rabu, 28 Maret 2012

BAHAYA NARKOBA BAGI PELAJAR

Apa yang disebut NARKOBA itu?
Narkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan psikologis.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis Narkotika adalah :
• Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
• Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:
• Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether, dsb.

Jumat, 16 Maret 2012

KANKER LIDAH


Apakah kanker lidah itu ???
Kanker lidah adalah suatu neoplasma malignat yang timbul dari jaringan epitel mukosa lidah dengan selnya berbentuk squamous cell carcinoma (sel epitel gepeng berlapis) dan terjadi akibat rangsangan menahun. Kanker lidah tidak hanya terjadi karena perokok aktif yang telah merokok sejak beberapa tahun, tapi juga bisa karena hal lain misalnya karena gigi tiruan yang tidak pas, atau gigi patah yang tajam dan tidak segera ditambal sehingga menggores lidah secara terus menerus.
Ada juga beberapa penyakit tertentu (premalignant) seperti syphilis dan plumer vision syndrome, leukoplasia, reytoplasia yang dapat menginfiltrasi ke daerah sekitar lidah dan bermetastase secara limfogen dan hematogen.